Senin, 03 April 2017
Warga Marah dan Blokir Jalan Akibat PT TPL Kotori Air Sungai
Masyarakat Desa Sidulang Kecamatan Laguboti, Toba Samosir menutup akses jalan lintas menuju Habornas (Kec Habinsaran, Kec Borbor dan Kec Nassau), Toba Samosir sejak Sabtu (1/4/2017) sore. Aksi spontan ini diakibatkan sungai yang selama ini menjadi sumber air warga diduga dikotori oleh PT. TPL (Toba Pulp Lestari), akibat aktivitas pembukaan jalan di daerah Desa Simare Kec Borbor, bagian hulu sungai yang mengalir hingga ke Desa Sidulang.
Akibatnya, masyarakat Sidulang tidak dapat mempergunakan air sungai sebagai sumber air minum juga mencuci, memasak, dan mandi. “Aktivitas itu sudah kami lihat langsung di Desa Simare, Kecamatan Borbor. Akibatnya sungai ini kotor dan tidak dapat lagi dipergunakan warga sebagai sumber air minum. Padahal selama ini, masih banyak warga yang menggunakan sungai ini sebagai sumber air minum,” ujar Kepala Desa Sidulang Maharuddin Pangaribuan kepada M24.co Senin (3/4) pagi.
Selain dampak sungai yang kotor, warga juga kawatir jika nantinya pembukaan jalan itu berakibat longsor karena kemiringan nyaris 80 derajat. “Bayangkan kalau pembukaan jalan itu berakibat longsor, sungai itu bisa saja tertutup dan kami semua akan sengsara,” lanjut Kades.
Hal senanda dikatakan warga lain, Bangsi Hutapea juga memiliki kekawatiran lain, yakni sejak kawasan Habornas yang merupakan kawasan hulu sungai menjadi areal penanaman mono kultur (satu jenis pohon) yakni pohon eucalypthus oleh PT TPL, debit air sungai langsung menurun derastis, akibatnya banyak lahan persawahan yang menjadi lahan tidur karena air tidak cukup mengairi sawah.
“Sejak areal hulu itu ditanami mono kultur, debit air sungai ini langsung berkurang derastis,” jelas Bangsi.Menurut warga, aksi penutupan jalan ini akan berlangsung hingga tuntutan warga dipenuhi. “Ini akan kami tutup hingga tuntutan kami dipenuhi,” ujar Kades menambahkan.
Adapun tuntutan masyarakat Desa Sidulang kepada PT. TPL adalah menghentikan dan menghijaukan kembali pembukaan jalan di Desa Simare yang berdampak langsung ke Sungai Sidulang, memperbaiki kembali pipanisasi air minum Desa Sidulang yang tersumbat akibat dari pembukaan jalan di Simare, memberikan solusi untuk lahan persawahan yang sudah 15 Tahun tidak bisa berproduksi seluas kurang lebih 30 Hektar, memberikan ganti rugi kepada pemilik kolam ikan yang rugi dan gagal panen akibat keruhnya air sungai Sidulang, mengaspal jalan lintasan kendaraan TPL yang melintas dari Desa Sidulang.
Menanggapai hal ini Wakil Ketua DPRD Toba Samosir, Asmadi Lubis melalui telefon seluler mengaku prihatin terhadap nasib warga. “Kita turut prihatin akan kasus ini. Tapi kita dari DPRD siap mendukung masyarakat atas kasus ini terhadap TPL,” ujarnya via seluler.








0 komentar:
Posting Komentar