This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 23 Mei 2018

Kadis Kesehatan Sergai Kunjungi Warga Sakit

Wanita ini hampir dua tahun lumpuh. Sedangkan wanita wanita yang satu lagi, delapan bulan sakit tak kunjung sembuh.

Poniem alias Sipon (53) dan Hariati (73), warga Dusun III dan Dusun V, Desa Petuaran Hilir, Kecamatan Pegajahan, Sergai, mendapat kunjungan Kadis Kesehatan Sergai, dr Bulan Simanungkalit MKes, di kediamannya, Selasa (22/5).

Dalam kunjungannya, Kadis Kesehatan didampingi Camat Pegajahan Sudaris, Kades Petuaran Hilir Sugiono, Kapus Pegajahan dr Yannes GH Manalu beserta staf dan bidan. dr Bulan memastikan kondisi kedua warga tersebut, yang disinyalir belum mendapat pelayanan kesehatan pemerintah setempat.

Ternyata, Sipon dan Hariati tercatat sebagai peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) Pemkab Sergai. Bahkan keduanya juga pernah mendapat perawatan bidan desa. Bahkan Hariati sudah berulang kali keluar masuk rumah sakit.

dr Bulan juga meminta pihak keluarga tetap memberi perhatian kepada Sipon. Tetap dalam kontrol bidan desa tanpa mengeluarkan biaya. Begitu juga dengan Hariati, harus mendapat perhatian keluarga. Bidan desa juga tetap harus melakukan kontrol.

"Sipon dan Hariati ternyata punya KIS, yang setiap saat bisa berobat gratis. Bahkan Kades Sugiono menyiapkan kendaraan 24 jam untuk warganya yang sakit," ujar dr Bulan, seraya menambahkan, kunjungannya juga sebagai wujud program Gerakan Empati Masyarakat Sakit (GEMAS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GEMAS), bukti pemerintah hadir di tengah masyarakat.

Malinda (30), anak Sipon, mengatakan, ibunya yang janda sudah 2 tahun sakit. "Saya mengucapkan terimakasih atas kunjungan Pemkab Sergai yang peduli dengan kami," ujarnya.

Begitu juga keluarga Hariati, mengaku sudah berulang kali membawa Hariati ke rumah sakit. Dan kini pihak keluarga ingin merawatnya di rumah. "Kami sangat bersyukur ada KIS, hingga ibu kami bisa berobat gratis. Kami mengucapkan terimaksih," katanya. (darmawan)
Share:

Pemkab Asahan Awasi Makanan Berformalin

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan membentuk tim gabungan, terdiri dari Dinas Koperasi dan Perdagangan Asahan, Dinas Kesehatan Asahan, Satpol PP Asahan dan Bagian Ekonomi. Hal itu dikatakan  Kepala Dinas Koperasi dan Perdaganan Kabupaten Asahan, Witoyo, melalui Kabid Perdagangan, Emran.

"Nantinya seluruh makanan yang dijual para pedagang di pasar tradisional di Kota Kisaran akan diperiksa, apakah mengandung formalin, boraks maupun zat pewarna tekstil," ungkap Emran saat ditemui wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (22/5).

Menurut Emran, kegiatan ini bertujuan mencegah masyarakat mengkonsumsi makanan dan minuman yang diduga mengandung bahan berbahaya. Apalagi di bulan ramadhan, segala makanan dan minuman beredar luas untuk dijual ke masyarakat.

"Bila makanan mengandung bahan berbahaya tersebut, tentunya sangat membahayakan kesehatan masyarakat saat mengonsumsinya," ucap Emran, seraya menjelasakan, pekan depan pihaknya akan mulai melakukan pengawasan.

"Kami berharap pedagang tidak ada melakukan kecurangan dan jika ditemukan pedagang membandel, maka harus diproses sesuai aturan," imbuhnya. (deddy/m24)
Share:

Beli Kreta Tanpa BPKB, PNS Simalungun Polisikan Tetangga

S Boru Sinaga di Polsek Bangun
Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pendidikan Kab. Simalungun, S Boru Sinaga (56) warga Jln Asahan Batu 6, Kec Siantar melaporkan tetangganya ke Polsek Bangun dengan tuduhan penipuan.

Ditemui di Polsek Bangun, Selasa (22/5) sore, korban mengatakan telah ditipu tetangganya T Boru Tambunan.

"Aku mengalami kerugian uang sebesar Rp4,7 juta atas pembelian kreta Honda Supra 125 yang hingga saat ini Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) belum diserahkan T Boru Tambunan samaku. Aku sudah ditipunya. Ku tunggu berbulan-bulan tak ada itikad baiknya, bahkan aku disuruhnya melapor ke kantor polisi," bebernya.

Pasca pembelian kreta itu, pihaknya tidak menaruh curiga soal tidak diserahkannya BPKB tersebut. Dari pengakuan korban, dirinya sempat berulang kali mempertanyakan keberadaan BPKB itu.

"Tetap saja dia berdalih bahwa BPKB kreta itu masih tertinggal di rumah yang lama, sedangkan kreta itu hingga kini tidak bisa dipergunakan karna hendak mengurus administrasi pembayaran pajak kendaraannya terhambat dengan tidak adanya BPKB," ungkapnya lagi.

Korban menduga jika BPKB kreta itu telah raib, kalaupun masih ada mungkin karena sangkutan utang piutang. "Kami mau membayar sisa pembelian kreta itu, tapi kasih tau dulu dimana keberadaan BPKB nya atau kembalikan duit kami," tandasnya.

Kapolsek Bangun, AKP Putra Jani Purba ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim, Ipda Gultom mengatakan sudah menerima laporan korban. "Masyarakat harus lebih waspada dan berhati-hati. Jangan mudah percaya dengan harga yang tidak sesuai. Apalagi orang asing yang tidak dikenal menawarkan kreta dengan harga murah," bilangnya. (jhon/m24)
Share:

Lapak Jackpot Digerebek, 1 Wanita dan 4 Pria Diamankan

Dua lapak judi jackpot digerebek petugas Polres Binjai. Dari lokasi, polisi mengamankan seorang wanita diduga penyedia tempat (pemilik warung) dan empat orang pria pemain jackpot, Senin (21/05) sore.

Wanita penyedia tempat judi jackpot tersebut adalah Sri Br Sembiring (52), sementara empat pemain judi jackpot, yakni Marianto PA (40), Ali Topan (23), Ipan (16) dan Supriadi (26). Kelimanya merupakan warga Desa Nambiki, Kec Selesai, Kab Langkat.

Dari lokasi, polisi turut mengamankan barang bukti berupa lima unit mesin jackpot dan dua ratus koin judi jackpot.

“Kelimanya kita amankan di dua lokasi, masing masing di Dusun Perdamaian dan Dusun III, Kec Selesai, Kab Langkat," ungkap Kapolres Binjai AKBP Donal P Simanjuntak SIK, melalui Kasatreskrim, AKP Hendro Sutarno SH, kepada awak media.

Kasat menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah dengan praktik perjudian di lokasi tersebut.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap pemilik judi jackpot tersebut. “Untuk kelimanya akan kita kenakan Pasal 303 KUPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (sopian/m24)
Share:

Pulang Kerja Anak Aksara Dibegal

Korban di Polsek Percut
Raka (25) warga Jln. Aksara, Kec. Medan Tembung menjadi korban begal saat pulang kerja ketika melintas di Jln. Cemara, Kec. Percut Sei Tuan, Senin (21/5) sekira pukul 19.00 WIB.

Pengakuan korban di Polsek Percut, Selasa (22/5) siang mengatakan bahwa awal kejadian tersebut saat ia pulang kerja dari Belawan. Tepat di lokasi, dua pelaku berboncengan kreta Honda Vario memepet kreta Yamaha R15 warna merah hitam BK 6582 AGR yang ditungganginya.

"Pelaku menodongkan senjata tajam. Setelah itu berhentilah aku dan mereka mengambil kreta ku itu. Dua orang pelakunya," ucap korban.

Korban pun berharap semoga pelakunya segera ditangkap polisi. "Pokoknya semogalah polisi cepat menemukan kreta ku itu. Karena kreta ku itu masih kredit bang," bilangnya.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui laporan korban. "Mungkin laporannya masih di SPKT, nanti saya cek," katanya. (irwan/m24)
Share: