Gerakan Rakyat Pribumi (GRP) Kabupabten Batuara lakukan aksi damai di PT. PP Lonsum Dolok POM, malah dipukuli karyawannya dan menghidupkan sirine seolah sedang menangkap seorang pencuri.
Pantauan dilapangan, semula saat GRP melakukan aksi damai didepan gerbang PT.PP Lonsum Dolok POM, mereka dengan santunnya menyampaikan aksi tuntutan mereka yang menganggap bahwa perusahaan tersebut telah melakukan pencemaran lingkungan terhadap pengolahan buah sawit yang dipermentasi namun tidak memiliki alas atau lapis beton.
Bahkan saat dipantau langsung oleh GRP perusahaan itu melakukan permentasi pengelolaan sawitnya tidak memiliki wadah yang standart bahkan melakukan permentasi pengelolaan itu langsung beralaskan tanah.
“Kami minta kepada Kepala Badan atau Dinas Lingkungan Hidup baik Kabupaten maupun pusat agar segera mencabut izin Operasi ataupun amdal dari PT.PP Lonsum saat ini karena telah melakukan pencemaran lingkungan”, tegas Koordinator lapangan M.Yusroh.
Tidak lama berselang seusai GRP menyampaikan aksinya, pihak penjagaan atau satpam perusahaan dan tidak diketahui sebabnya dengan sengaja langsung emosi dan marah bahkan menghidupkan sirene tanda darurat untuk mengepung para pendemo, lalu dengan arogannya beberapa karyawan perusahaan langsung mencekik dan memukuli para pendemo saat itu.
“Apa udah mantab kali kalian demo di sini, sapa yang bayar kalian, atas dasar apa kalian demo disini”, ucap lantang sala seorang karyawan yang memarahi para pendemo.
Informasih dihimpun langsung kepada Koordinator aksi dilapangan, M.Yusroh, dia menjelaskan bahwa pihaknya sudah memiliki izin untuk melakukan akasi damai di perusahaan tersebut dari Polres Batubara.
“Kami punya izinnya pak, jadi jangan bilang kalau kami tidak berhak untuk menyampaikan aksi damai ini di sini”, terang Yusroh.
Pihak karyawan yang diduga tidak mengerti atas prosedur tersebut, mendengar penjelasan dari GRP malah semangkin marah dan brutal memukuli para pendemo bahkan membanting alat pengeras suara (Toa/red) dan helm milik GRP tersebut.
Pihak GRP yang merasa dirugikan dan tercederai dari aksi damai yang dilakukannya namun berujung pemukulan oleh pihak karyawan dari PT.PP Lonsum Dolok POM itu, saat ini melaporkan tindak kekerasan itu kepihak yang berwajib (Kepolisian).
Dan yang menjadi hebohnya lagi para rekan – rekan wartawan baik cetak, elektronik maupun media diusir dengan tidak hormat oleh pihak perusahan saat itu.








0 komentar:
Posting Komentar