Sabtu, 12 Mei 2018

Digantung di Motor, Tas Bu Guru Lambai

Risma bersama putrinya
Sungguh malang nasib Risma Br Simamora (50). Hanya ditinggal lima menit, tas yang digantung di stang kreta lambai. Guru SD Inpres Jln AR Hakim Gg Taruna, Kel Tegal Sari II, Medan Area ini pun meradang.

Akibat kejadian itu, warga Jln Pasar Merah Gg Mangga, Medan Denai ini kehilangan uang Rp200 ribu, HP merek Samsung, serta surat penting lainnya seperti KTP, SIM dan STNK, Rabu (9/5).

Kejadian itu bermula saat anak korban bernama Jeni (20) menjemput ibunya yang hendak pulang dari mengajar sekitar pukul 14.00 WIB, dengan menggunakan kreta Beat warna merah BK 4150 AHF.

Setelah sampai di sekolah, Jeni memanggil ibunya. Lalu korban keluar. Karena ada keperluan lagi, ibu guru ini masuk kembali ke sekolah. Sedangkan tas digantungkannya  di stang kreta.

"Sebelum saya beranjak ke sekolah, tas saya titipkan ke anak saya. Begitu anak saya lengah nelihat anak sekolah sedang bernain, tas yang digantung langgsung raib," bilang Risma, Jumat (11/5).

Sayangnya, saat kejadian, anak korban tidak melihat siapa pelaku yang mengambil tas ibunya. Hanya saja, ia curiga kepada seorang wanita yang saat itu tengah melintas disampingnya.

"Aku tidak bisa menuduh wanita itu. Sebab, tas ibuku tidak ada ditangannya. Aku curiga kepadanya, lantaran ia melintas disampingku. Cuma lima menit saja aku lengah, tas ibuku langsung hilang," kesal Jeni.

Didampingi putrinya, korban pergi meelapor ke Polsek Medan Area. Dalam laporan, ia memminta agar pihak kepolisian mengeluarkan surat hilang untuk mengurus KTP, STNK dan SIM. (wandi/m24)
Share:

0 komentar:

Posting Komentar