![]() |
| Petugas mengevakuasi jasad terduga teroris |
Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jln Trunojoyo, Jakarta Selatan, menjelaskan kronologi penyerangan Mapolda Riau oleh sejumlah orang tak dikenal itu. "Sekitar pukul 09:00 WIB, ada sebuah mobil yang menerobos ke Mapolda Riau, mobil Avanza dengan nomor polisi BM 1192 LO," ujar Setyo Wasisto.
Pelaku, sebut Setyo, masuk dari pintu samping. Ketika itu, seorang anggota Polisi yang masuk tengah diperiksa petugas jaga di pintu. Setelah anggota tersebut masuk, petugas penjaga menutup pagar pintu masuk. Setelah pintu tertutup, pelaku menerobos masuk ke kompleks Mapolda Riau.
Melihat itu, sejumlah anggota Polda Riau menghalangi pelaku. Kemudian, dari mobil turun empat pria tak dikenal dan langsung menyerang anggota dengan menggunakan samurai atau senjata tajam. Akibatnya dua anggota Polri mengalami luka bacok.
"Kemudian sekelompok orang tidak dikenal tersebut dilumpuhkan dengan penembakan. Akhirnya empat orang pelaku tewas," kata Setyo.
Satu pelaku, tambahnya, sempat melarikan diri dengan mobil kemudian menabrak polisi atas nama Ipda Auzar dan dua jurnalis. Setelah mobil terhenti, pelaku turun dan melompat ke rumah Dinas Wakapolda Riau kemudian lari ke belakang dan melompat ke rumah warga yang lain. Aparat mengepung, namun terduga teroris itu memanjat rumah warga di sekitar Jln Gajah Mada. Setelah kejar-kejaran, pelaku akhirnya berhasil dibekuk dan diamankan di Polresta Pekanbaru.
Polisi kemudian mengamankan mobil pelaku dan sejumlah barang bukti. Di antaranya mobil Avanza, 3 sajam berupa samurai, 3 penutup muka, 3 pasang sepatu, handycam dalam kondisi rusak, jaket, jam tangan dan ikat kepala.
Terduga teroris menyerang Mapolda Riau. Ada seorang polisi yang menjadi korban jiwa, sedangkan dari pihak terduga teroris ada 4 orang yang tewas.
Satu polisi gugur atas nama Ipda Auzar, sedangkan dua lainnya atas nama Brigadir John Hendrik dan Kompol Faridz mengalami luka bacok. Sementara dari warga ada dua jurnalis dari stasiun televisi swasta terluka. Korban luka kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara.
Pascapenyerangan Mapolda Riau, Polres Dumai menggerebek lima titik yang diduga sebagai tempat persembunyian teroris. "Ya benar, ada lima titik yang kami gerebek tadi siang," kata Kapolres Dumai, AKBP Restika Nainggolan.
Hanya saja, Restika belum bisa memberi pernyataan (berapa yang ditangkap) dalam penggerebekan tersebut. Termasuk lokasinya. "Bukan saya yang menjelaskan. Nanti ada Kapolda Riau," ujarnya. (edy/berbagai sumber)








0 komentar:
Posting Komentar